Halaman

Senin, 16 Desember 2013

Pengakuan seorang anak

Dia lahir sekitar tahun 1950an, perhitungan masuk sekolah rakyat pada tahun 1957 pada usia 7 tahun. sekolah rakyat pada masa itu masih sangat memperihatinkan. Tidak ada gedung sekolah karena hanya menumpang dirumah pak guru dikampung E/Wonokerto kecamatan Tugumulyo kabupaten Musirawas Lubuk Linggau Sumatera Selatan. Sedangkan ia tinggal di kampung C.Nawangsasi jaraknya sekitar 4 km dari rumah kesekolah. Jalan kaki tanpa sandal tanpa sepatu tanpa seragam tanpa buku/ Belajar menulis dengan batu tulis dan grip atau anak batu tulis. Belajar membaca dengan buku gembira membaca. Semua itu dibagikan disekolah dan dikumpulkan setelah usai jam belajar. Dia tinggal bersama ibu kandung dan bapak tirinya. Anak ini dilahirkan di Blitar Jawa Timur. Sejak dalam kandungan sampai terlahir didunia anak ini selalu dalam masalah dan konflik keluarga terombang ambing oleh situasi dan keadaan yang tak menentu, Orang tuanya bercerai dan masing masing kawin lagi. Anak ini jika ikut bapak kandung mndapay asuhan dari ibu tiri kalau ikut ibu kandung diasuh bapak tiri. Ikut nenek gak mungkinlah wong neneknya aja ikut mantu dan meninggal pada tahun 1957. Tahun 1051 ketika dia naik kelas 6 dia ikut ibunya pindah kekota kabupaten. Tahun 1962 dia ujian SR dengan nomor ujian 108 dan dinyatakan lulus. dia meneruskan ke SMPN 1 Permiri. Jalan kaki sejauh 7 km atau 14km pp.